Rabu, 25 Januari 2012

Mengenali DNA

Keberadaan DNA ditandai dengan keberadaan makhluk hidup yang spesifik dan unik. DNA hanya ada pada makhluk hidup. Keberadaan DNA tersebut yang membedakan jenis makhluk, species, suku, atau keturunan tertentu dengan lainnya. Mengapa bayi yang dikandung seorang ibu tidak menjadi kucing, karena adanya perintah genetik dari DNA. Atau mengapa orangtua yang berkulit hitam, cenderung stabil menghasilkan anak yang berkulit hitam juga karena penjaga keturunan yang bernama DNA. Adanya cetak-biru DNA akan menjaga kelestarian jenis makhluk, species, suku, dan keturunan tertentu.
Namun selain itu juga DNA akan memberikan keunikan tertentu kepada setiap individu. Artinya tidak akan ada dua individu yang sama persis, karena pasti ada sepersekian persen dari kombinasi DNA-nya yang berbeda.
Kelestaraian dan keunikan yang menjadi hasil karya DNA tersebut berlaku baik pada faktor fisik ataupun karakter individu.
DNA adalah singkatan dari DEOXYRIBONUCLEIC ACID. DNA adalah perintah genetik, sistematika keturunan, manual regenerasi, peta biologis, cetak-biru individu dari setiap makhluk hidup secara unik. Penemu DNA adalah James Watson dan Francis Crick (1953). DNA merupakan cetak biru individu karena DNA memiliki instruksi genetik yang membentuk sel-sel dalam organisme. Peran utama molekul DNA adalah penyimpanan informasi jangka panjang.
DNA merupakan kromosom panjang berbentuk heliks ganda yang disusun dari unit-unit nukleotida yang berulang. Heliks ganda DNA distabilkan oleh ikatan hidrogen diantara empat basa (asam nukleat) yang melekat pada dua heliks secara berpasangan. Empat asam nukleat tersebut adalah Adenin (disingkat A), Sitosin (C), Guanin (G) dan Timin (T). Pasangan AT membentuk dua ikatan hidrogen, dan pasangan GC membentuk tiga ikatan hidrogen. Ini berarti bahwa jika ada satu rantai DNA yang memiliki kode AACTAGGTC maka pasangannya pasti TTGATCCAG. Kedua rantai itu akan berpasangan dan membentuk struktur berpilin yang kita kenal sebagai Double-Helix. Keempat asam nukleat inilah pada dasarnya sebagai penyusun DNA, yang mengkodekan informasi.
Cara kerja DNA dalam melakukan koding berlangsung sangat cepat karena semua prosesnya dilakukan secara paralel (bersamaan). Bandingkan dengan cara kerja komputer yang linear. Ukuran molekul DNA yang sangat kecil memiliki kapasitas kerja yang sangat besar. Sebagai perbandingan, 1 gram DNA yang sudah dikeringkan memiliki kapasitas menyimpan informasi dalam jumlah yang sama dengan 1 trilyun CD (Compact Disc). Padahal 1 gram DNA kering itu ukurannya hanya sebesar sebutir gula pasir!
Tubuh manusia diperkirakan memiliki sekitar 100 triyun sel, dan di dalam inti setiap sel terdapat 23 pasang kromosom yang disusun oleh 3 milyar asam nukleat. Jika DNA di setiap tubuh seorang manusia direntangkan, maka panjangnya akan lebih dari 600 kali jarak bumi ke matahari.
Semua orang di seluruh dunia sebenarnya nyaris sama. Semua umat manusia, di seluruh belahan dunia memiliki 99% molekul DNA yang persis sama. Perbedaan seperti warna kulit dan rambut, hanya berasal dari 1% perbedaan genetik saja. Bahkan antara manusia dengan simpanse pun perbedaan genetiknya hanya 5 % (Wikipedia, Human Genome).

Penyelidikan DNA di masa yang akan datang akan membuat manusia memahami tubuhnya, sel-selnya secara terinci bahkan hingga ke level molekuler. Sehingga nantinya memungkinkan manusia panjang umur, hidup lebih sehat dan jauh dari penyakit. Nantinya manusia bisa bebas dari penyakit-penyakit berbahaya, seperti kanker, diabetes, atau jantung. Caranya dengan mendeteksi gen dan melakukan rekayasa genetik untuk mendisain tubuh sehat bahkan sejak sebelum lahir. Dengan mengetahui peta DNA-nya setiap molekul dalam tubuh manusia, maka anomali-anomali terkecil pun bisa langsung ditemukan dan diperbaiki. Bahkan tidak hanya itu saja, pengetahuan modern akan memungkinkan manusia menemukan gen-gen unggul, memanipulasi gen unggul, memperkuatnya, bahkan mengkombinasikannya dengan gen-gen unggul dari luar, melalui rekayasa genetik.
Para peneliti terbaik di dunia, dari Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Prancis, Jepang dan China, mengerjakan proyek ini dengan dana US$ 3 Milyar, dan memerlukan waktu 13 tahun, dari tahun 1990 -2003 untuk menyelesaikan Human Genom Project. Tujuannya adalah menciptakan peta yang sangat detail dari DNA manusia, dengan harapan agar manusia punya pemahaman baru yang lebih detail dan revolusioner tentang tubuh manusia.
Pembawa informasi dalam DNA adalah asam nukleat (A,T,G, dan C). Juga asam nukleat tersebut yang membangun sel-sel dalam organisme melalui pembentukan protein. Protein adalah zat pembangun tubuh manusia. Protein yang paling banyak muncul dalam bentuk enzim. Pada dasarnya enzim inilah yang menjadi mesin penggerak dari proses kimiawi dalam tubuh manusia. Protein ini tersusun dari rangkaian asam amino. Terdapat 20 jenis asam amino penyusun berbagai jenis protein. Berikut adalah 20 jenis asam amino:
 

Setelah membaca intisari penjelasan di atas, anda sekarang sudah dapat memahami apa itu DNA. Kesimpulan dasar tentang DNA adalah bahwa DNA merupakan alat terkecil yang dipergunakan Tuhan untuk menjalankan perintah genetik sebagai kepastian yang mencukupi untuk membangun sel-sel dalam organisme makhluk hidup, hingga tuntas menjadi masing-masing individu makhluk hidup yang utuh dan lengkap. Seluruh organ-organ tubuh yang dibangun oleh DNA tadi telah berada di tempatnya masing-masing dan menjalankan fungsinya masing-masing dengan koordinasi yang sempurna. Hasilnya adalah individu makhluk hidup yang sempurna sesuai dengan fitrahnya. Makhluk hidup yang bernama manusia memilki fitrah yang sempurna sebagai makhluk yang berakal dan berbudi.
Lebih jauh bermakna, sesuai dengan fitrahnya, manusia diciptakan Tuhan dengan memiliki kemampuan untuk menjadi sukses dan sekaligus mulia dalam sepanjang hidupnya.
Apa DNAnya kehidupan SuksesMulia?
DNA SuksesMulia adalah perintah genetik sebagai kepastian yang mencukupi untuk membentuk kehidupan sukses sekaligus mulia bagi seseorang, keluarga, organisasi, ataupun suatu bangsa. Berikut ini akan kita eksplorasi apa sesungguhnya DNA yang membangun kehidupan suksesmulia.
Sama dengan DNA pembangun sel-sel dalam organisme, sesungguhnya DNA yang membangun kehidupan suksesmulia itu berupa benda. DNA berupa benda, bukan proses, cara kerja, rumus, metode, atau prinsip-prinsip. Benda yang menyimpan dan membawa data transkriptif untuk membangun budaya kehidupan. Benda analogis yang menjadikan kehidupan suksesmulia adalah otak. Jadi, otak adalah benda yang menjadi DNA-nya kehidupan suksesmulia.
Mengapa otak? Organ penting yang ada di kepala manusia ini merupakan organ pengendali. DNA mengendalikan metabolisme tubuh, melalui proses kimiawi: menyusun asam nukleat, membentuk kodon, menjadi asam amino, dan berubah menjadi enzim. Enzim inilah yang kemudian berperan sebagai pengendali mekanisme tubuh dan menjadi protein pembangun sel-sel tubuh. DNA adalah perintah genetik (yang mencukupi) untuk mencetak manusia. Setelah manusia tersebut wujud, utuh, sempurna, dan hidup maka perintah genetik (yang mencukupi) tersebut diteruskan oleh organ otak.
Organ otak merupakan kumpulan sel-sel pengelola informasi yang terdiri dari jutaan atau trilyunan DNA pilihan. Otak yang tadinya merupakan kumpulan dari DNA pilihan inilah setelah menjadi organ yang sempurna ternyata kemudian mengambil alih mekanisme pengendalian tubuh, termasuk pengendalian terhadap kumpulan-kumpulan DNA yang menjadi organ yang lain. Tahukah anda bahwa organ otak ketika mengendalikan mekanisme tubuhpun ternyata dengan menggunakan proses kimiawi secara paralel terhadap kumpulan DNA yang bernama enzim.
Ringkasnya DNA mencetak tubuh menggunakan enzim (berupa protein) dan otak mengendalikan mekanisme tubuh juga melalui enzim.


Kembali kepada fitrah manusia sebagai makhluk yang berakal dan berbudi, maka sesungguhnya manusia pada dasarnya memiliki fitrah untuk sukses dan mulia. Bagaimana caranya? Kendalikan DNA-nya! Sedangkan DNA kehidupan itu bendanya adalah otak.
Dalam kajian saya setelah mempelajari cara kerja otak didapatkan hipotesis seperti berikut ini: 1. Bahwa otak terdiri dari lima belahan yang berfungsi dengan tingkat signifikansi yang setara dimana masing-masing memiliki cara kerja yang khas, 2. Masing-masing belahan otak tersebut memiliki cara kerja yang berbeda karena komposisi DNA pembangun masing-masing belahan otak tersebut berbeda. 2. Belahan otak kiri mengandung lebih banyak unsur Guanine (G), pasangan otak kiri adalah limbik kanan (posisi silangnya) mengandung lebih banyak unsur Citosine (C), kemudian belahan limbik kiri mengandung lebih banyak unsur Adenine (A), pasangan limbik kiri adalah otak kanan (posisi silangnya) mengandung lebih banyak unsur Thymin (T), sedangkan belahan otak tengah-bawah mengandung unsur-unsur yang seimbang diantara keempatnya.



Setelah ini pembahasan kita akan mengarah kepada DNA-nya kehidupan manusia yang bernama otak sebagai benda yang memiliki cara kerja tersendiri, justru karena DNA pembentuknya lebih dominan pada jenis-jenis tertentu. Dengan membahas otak maka sudah mencukupi untuk membahas segala aspek kehidupan untuk menjadi sukses mulia karena otak sebagaimana DNA adalah pembawa perintah genetik yang mencukupi untuk membangun (pada DNA) dan untuk mengelola (pada otak) individu manusia.

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Your Computer Statistic

IP Protected by Copyscape Online Copyright Checker